Renaisans dan Reformasi - "Dunia Sophie" Part 07



Renaisans dan Reformasi


Salah satu zaman besar kali ini yang akan kita bahas adalah zaman Renaisans berarti kelahiran kembali. Renaisans yang akan kita bahas adalah perkembangan budaya
yg dimulai pada akhir abad keempat belas. Dimulai di Italia utara dan menyebar luas pada abad kelima belas dan enambelas.

Humanisme Renaisans
Renaisans menimbulkan pandangan baru tentang manusia. Hunamisme Renaisans membawa kepercayaan baru pada manusia dan nilainya. Bertentangan dengan abad pertengahan yg penuh prasangka pada hakikat manusia yg penuh dosa. Salah satu tokoh utama dari zaman Renaisans adalah Marsilio Ficino, ‘Kenalilah dirimu sendiri, wahai keturunan ilahi dalam samaran sebagai manusia’! Periode abad pertengahan, titik tolak selalu pada Tuhan. Kaum humanis zaman Renaisans mengambil titik tolak dari manusia itu sendiri. Humanisme Renaisans dikenal karena tekanannya pada individualism. Jadi kita bukan hanya umat manusia, kita adalah individu-individu yang unik. Contohnya pandangan baru mengenai manusia itu juga mewujudkan dirinya dalam minat pada anatomi manusia. Orang membedah manusia yang telah mati untuk mengetahui bagaimana susunan tubuh itu. Sangat penting bagi ilmu kedokteran atau kesenian.
Jaman Renaisans juga telah membawa orang ke bulan. Atau juga ke Hiroshima dan Chernobyl.

Renaisans juga mempunyai pandangan baru mengenai alam. Alam dianggap sebagi hal yang positif. Pandangannya adalah bahwa Tuhan hadir dalam ciptaannya. Jika memang Ia tak terbatas pastinya ada dalam segala sesuatu (gagasan Panteisme). Filosof abad pertengahan mempunyai gagasan bahwa ada tirai yang tak dapat ditembus Antara Tuhan dan Ciptaan. Dapat juga dikatakan bahwa alam itu ilahi, dan bahkan ia merupakan ‘jelmaan Tuhan’. Gagasan semacam ini tidak selalu dengan baik oleh gereja. 

Pada zaman Renaisans, yang dinamakan antihumanisme pun berkembang (kekuasaan otoriter Negara dan Gereja. Pada masa itu para wanita pe-nyuhir, sihir dan takhayul diadili. Membakar para penganut bid’ah, pe-rang-perang keagamaan yang bersimbah darah dan yang tidak kalah dari semua itu, penaklukan yang sangat kejam atas Ame-rika.
Renaisans juga menimbulkan semangat keagamaan baru. Ketika filsafat dan ilmu pengathuan lambat laun memisahkan diri dari teologi, berkembanglah suatu kesalehan Kristen yang baru. Hubungan pribadi individu dengan Tuhan kini lebih penting daripada hubungannya dengan gereja sebagai suatu organisasi.

Komentar