Rene Descartes - "Dunia Sophie" Part 08
Rene Descartes
Rene Descartes adalah filsuf Perancis (1596-1650) yang
pernah tinggal di beberapa Negara di Eropa. Descartes percaya bahwa pengetahuan
itu hanya dapat dicapai melalui akal. Kita tidak pernah dapat mepercayai apa
yang dikatakan pada kita oleh buku-buku kuno.
Kita bahkan tidak boleh mempercayai apa yang dikatakan pada kita oleh indra kita sendiri. Descartes merupakan seorang yang rasionalis, ia yakin bahwa akal adalah jalan satu-satunya menuju pengetahuan. Descartes adalah bapak filsafat modern.
Kita bahkan tidak boleh mempercayai apa yang dikatakan pada kita oleh indra kita sendiri. Descartes merupakan seorang yang rasionalis, ia yakin bahwa akal adalah jalan satu-satunya menuju pengetahuan. Descartes adalah bapak filsafat modern.
Sistem filsafat adalah filsafat yang disusun dari
dasar dan yang berusaha untuk menemukan penjelasan bagi pertanyaan-pertanyaan
penting mengenai filosofi. Setelah abad ketujuh belas para filosof berusaha
untuk memasukkan gagasan-gagasan baru ke dalam system filsafat yang jernih, dan
yang pertama mengusahakannya adalah Descartes. Karya-karyanya merupakan pelopor
dari apa yang merupakan proyek filsafat paling penting pada generasi-generasi
mendatang.
Descartes menyatakan bahwa kita tidak dapat menerima
apa pun sebagai sesuatu yang benar kecuali jika kita dapat dengan jelas dan
tegas memahaminya. Untuk mencapainya dibutuhkan upaya untuk memecahkan suatu
masalah yang sulit menjadi potongan kecil sebanyak mungkin. Selanjutnya kita
dapat mengambil titik tolak dalam gagasan yang paling sederhana.
Descartes mutlak meragukan segala sesuatu, dan itulah
yang ia yakini. Sesuatu hal yang pasti benar, bahwa dia ragu. Ketika dia ragu,
dia pasti sedang berpikir, dan karena ia berpikir, pastilah bahwa ia seorang
makhluk yang berpikir. Atau, “Cogito, ergo sum”: Aku berpikir, karena itu aku
ada”.
Nah, kalau kembali ke jaman modern kita ini. Katanya
Manusia adalah makhluk berpikir? Kok malah justru merusak alam dan hutan? Jadi
kita ini sebenarnya siapa? Masih pantaskah kita disebut makhluk yang berpikir?



Komentar
Posting Komentar