Pendahuluan - "Dunia Sophie" Part 01
Dalam novel karya Jostein Gaarder, berceritakan tentang seorang gadis, Sophie Amundsend namanya, berusia 13th. Ia dilanda ketidak pastian. Ketidak pastian tentang siapa yang mengiriminya surat-surat yang mempertanyakan, “Siapakah kamu”? Itulah awal mula ia belajar filsafat. Kemudian
Sophie belajar filsafat dengan cara bersurat-menyurat kepada guru Filsufnya yang misterius itu.Hal pertama yang ia perlajari adalah yaitu mengenal dirinya sendiri, menerima dirinya apa adanya dan tidak berpura-pura menjadi orang lain. Karena setiap orang pada dirinya sendiri adalah unik dan aku bilang semacam anugerah. Bayangkan kalau setiap orang di dunia ini berparas dan berpenampilan sama. Apa yang membedakannya? Kau tahu, rasanya tidak ada yang istimewa. Maka dari itu kamu adalah kamu, dan lakukanlah hal yang menjadi bagian hidupmu. Mungkin kamu sedang bersekolah, bekerja, maka lakukanlah dengan sebenar-benarnya dan sebaik-baiknya. Dan satu lagi, berikanlah apa yang kau bisa lakukan baik atas dunia ini. Itu saja.
Lalu selanjutnya adalah pertanyaan “Dari mana datangnya dunia?” Apakah kau tahu? Sophie pun juga sedang berpikir. Sophie meragukan dan sepertinya tidak tahu persis dari mana datangnya dunia. Mungkinkan segala sesuatu itu selalu ada. Dan apakah mungkin segala sesuatu itu ada mulanya. Seperti pada manusia kebanyakan ketahui adalah Tuhan adalah yang menciptakan segala sesuatu. Lalu, dari manakah asal Tuhan itu? Apakah Ia menciptakan dirinya sendiri? Ini adalah semacam teka-teki besar tentang alam raya.Sophie mendapat surat lagi, kini didepan tertulis Hilde Moller Knag, d/a Sphie Amundsend, 3 Clover Close dan diberi cap pos Batalyon PBB.
Tambah rumit saja. Sungguh hari yang baik, mendapat surat misterius, pertanyaan-pertanyaan yang membuat kepalanya pusing, dan siapakah Hilde Moller Knag itu?Joanna adalah sahabat Sophie, ia sepantaran dengan Sophie. Joanna juga bingung dengan sikap Sophie belakangan ini. Ia menjadi tidak bergairah dengan permainan badminton dan kartu. Seperti ada hal yang amat sangat penting bagi Sophie. Ya, tentu itu. Sophie menjadi disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai siapakah dirinya, dan dari mana datangnya dunia? Pelajaran disekolah yang diberikan gurunya bagai tidak penting untuknya. Sophie berpikir, mengapa tidak membicarakan siapakah manusia itu, atau tentang apakah dunia itu dan bagaimana ia manjadi ada? Itu jauh lebih penting dari pada harus menghafal perubahan bentuk kata-kerja tak beraturan. Orang-orang terlalu mengurusi hal-hal yang remeh, sesungguhnya ada hal-hal besar yang mustinya harus dipecahkan. Adakah diantara kalian yang bisa menjawab dari mana datangnya dunia, dan bagaimana ia manjadi ada?(bersambung ke part 02......)


Komentar
Posting Komentar