Apakah Filsafat itu? - "Dunia Sophie" Part 02
Dan awal mula pelajaran filsafatnya
dimulai. Sophie mendapat surat lagi, dengan pertanyaan; “Apakah Filsafat itu?”
Para Filosof itu juga manusia, yang
adalah mahluk yang berpikir, juga tidak semua orang adalah filsuf. Filsafat
muncul dikarenakan rasa ingin tahu manusia akan hidup dan kehidupan. Maka
pertanyaan-pertanyaan filosofis muncul dengan sendirinya.
Terlepas dari setiap orang mempunyai kebutuhannya masing-masing. Kebutuhan untuk menjadi seorang yang berarti atau keinginan-keinginan tercapai dan segala kebutuhan hidupnya.
Terlepas dari setiap orang mempunyai kebutuhannya masing-masing. Kebutuhan untuk menjadi seorang yang berarti atau keinginan-keinginan tercapai dan segala kebutuhan hidupnya.
Kebanyakan orang dewasa telah
menganggap duni sebagaimana adanya. Mereka telah membiarkan diri terbuai dalam
tidur yang memabukkan dari eksistensi mereka yang membosankan.[1]
Mereka telah menjadi begitu terbiasa dengan dunia sehingga tidak ada lagi yang
membuatnya heran. Heran dengan adanya dunia dan bahkan Tuhan. Apakah Tuhan
menciptakan dirinya sendiri atau segala sesuatu berawal dari ketiadaan atau ada.
Sophie merasa terlalu bosan dengan
sekolahnya. Lebih menggebu dengan pelajaran filsafatnya bersama guru filsuf
misterius yang mengirimkannya surat didalam amplop coklat dengan namanya yang
tertera disana, yang selalu diletakkan di kotak pos.
Sekarang kita bicara tentang
mitologis dunia. Gambarannya begini, filsafat merupakan cara berpikir yang sama
sekali baru yang berkembang di Yunani sekitar enam ratus tahun sebelum
kelahiran Kristus. Masa itu semua pertanyaan-pertanyaan manusia dijawab oleh berbagai
agama. Penjelasannya disampaikan dari generasi ke generasi dalam bentuk mitos. Seperti
contohnya Thor dan palunya, mungkin anda pernah mendengar mitos mengenai Thor. Pada
jaman itu, orang-orang Skandinavia percaya bahwa dewa Thor-lah yang memberikan
hujan dengan mengayunkan palunya, lalu terjadi guntur dan halilintar, yang
membuat hujan turun untuk menyuburkan segala tanaman-tanaman di ladang, gandum
dan tanah. Lalu disaat kekeringan melanda, mereka percaya palu Thor dicuri oleh
para raksasa-raksasa.
Nah, mitos-mitos seperti itulah yang
berasal dari pemikiran-pemikiran orang-orang pada jaman itu yang menjadikan itu
sebagai dongeng. Karena tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana proses iklim
alam, bagaimana matahari terbit, bagaimana datangnya hujan, itu semua sebelum
adanya yang disebut dengan ilmu sains. Begitu juga dengan mitos-mitos lainnya
seperti di Yunani adalah Zeus, Apollo, Hera, Athena, Dionysos, Asklepios,
Herakles dan Hephaestos.
Beberapa filosof hidup dijaman yang
berbeda-beda. Sangat disayangkan bahwa pada masa lampau perempuan direndahkan,
baik sebagai perempuan maupun sebagai makluk pemikir. Maka sangat jarang,
bahkan tidak ada dalam sejarah filsuf adalah perempuan.


Komentar
Posting Komentar